Regulasi Bahan Bakar Pertamax Turbo Tuai Pro-Kontra, GRC Pilih Bertahan dengan Aturan Lama di Musim 2026

RacingIndonesia.com- 18 Januari 2026. Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat secara resmi telah mengeluarkan pernyataan terkait regulasi baru ajang balap motor drag bike musim 2026. Salah satu poin utama dalam regulasi tersebut adalah pemberlakuan penggunaan bahan bakar seragam Pertamax Turbo di seluruh kelas, kecuali kelas Free For All (FFA).

Kebijakan ini sontak memicu pro dan kontra di kalangan pecinta balap lurus Tanah Air, tak terkecuali dari pihak Event Organizer (EO) yang selama ini menjadi penggerak utama terselenggaranya kompetisi drag bike nasional.

Ketua Event Organizer Golden Racing Championship (GRC), Andreas Wiratma, menyampaikan secara terbuka keluh kesah serta pandangannya terhadap regulasi bahan bakar tersebut. Menurutnya, meski di satu sisi kebijakan ini terlihat menguntungkan, namun dampak jangka panjangnya justru berpotensi merugikan banyak pihak.

“Memang dengan adanya regulasi bahan bakar ini, peserta diuntungkan dari sisi harga yang jauh lebih murah. Pengeluaran untuk setting dan balap tentu lebih hemat,” ujar Andreas.

Andreas Wiratma Selaku Ketua EO Golden Racing Championship.

Namun, Andreas menyoroti kondisi berbeda yang dialami oleh tim-tim yang sebelumnya telah melakukan riset besar-besaran menggunakan bahan bakar tertentu.

“Tapi bagaimana dengan tim yang sudah membangun motor satu tim full riset habis-habisan dengan bahan bakar tertentu? Dengan regulasi Pertamax Turbo ini, banyak yang memilih berhenti karena merasa harus meriset ulang dari nol. Mekanik juga belum memiliki data yang cukup, dan biaya riset ulang diprediksi setara dengan membangun motor baru,” lanjutnya.

Tak hanya berdampak pada tim dan mekanik, Andreas juga mempertanyakan implikasi kebijakan tersebut terhadap pihak penyelenggara event.

“Kalau kita bicara event, ditetapkannya Pertamax Turbo sebagai bahan bakar wajib di setiap event drag bike 2026 ini sebenarnya menguntungkan siapa? Apakah ada keuntungan tertentu bagi pihak penyelenggara dari pihak lain? Hal-hal seperti ini perlu dievaluasi ulang agar semua pihak tidak merasa dirugikan,” tegasnya.

Terlepas dari polemik pro dan kontra yang berkembang, hingga saat ini dinilai belum ada kejelasan yang benar-benar tegas dan komprehensif terkait implementasi regulasi bahan bakar tersebut di lapangan.

Oleh karena itu, Golden Racing Championship (GRC) untuk musim balap 2026 memutuskan tetap menggunakan regulasi yang sama seperti tahun 2025, khususnya dalam hal bahan bakar. Pada gelaran GRC 2026, setiap kelas masih diperbolehkan menggunakan Avgas dan VP, sebagaimana regulasi yang telah berjalan sebelumnya. “Untuk sementara regulasi kita gunakan tahun sebelumnya , namun kita sebagai EO juga secara terbuka untuk menerima masukan dari peserta dan team lainnya , semisal nantinya mereka lebih setuju dengan bahan bakar pertamax turbo , kita akan terapkan regulasi tersebut”. Tutup Andreas Wiratma Selaku Ketua EO Golden Racing Championship.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk keberpihakan terhadap seluruh pelaku drag bike baik pembalap, tim, mekanik, maupun sponsor agar ekosistem balap tetap sehat dan kompetitif sembari menunggu evaluasi serta kejelasan regulasi dari pihak terkait.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *