Ninja 155 cc Frame Standar Sekar Anom Madura Tampil Perkasa di DB Rookie Ponorogo, Cetak 06.849 Detik!

RacingIndonesia.com- 15 Febuari 2026. Atmosfer panas tersaji di lintasan DB Rookie Ponorogo yang digelar pada 15 Februari 2026. Ajang yang menjadi barometer talenta-talenta muda ini menghadirkan persaingan ketat, terutama di kelas Mix Rider. Di tengah duel sengit tersebut, satu nama tampil menonjol Ninja frame standar 155 cc milik tim Sekar Anom Madura.
Motor yang dikawal Deska “Anak Langit” itu sukses merebut podium tertinggi setelah membukukan waktu 06.849 detik. Catatan tersebut cukup untuk mengungguli Raka Komang yang finis di posisi kedua dengan selisih tipis 06.860 detik. Selisih waktu yang sangat rapat menjadi bukti betapa kompetitifnya pertarungan di kelas ini.

Di balik kemenangan tersebut, terdapat proses teknis yang tidak instan. Motor garapan mekanik muda Kevin Pradana asal Jombang diketahui telah menjalani revisi mesin secara menyeluruh. Proses pengembangan dilakukan melalui diskusi dan sharing teknis bersama Della dari DND, menghasilkan sejumlah penyempurnaan signifikan.

Beberapa part dari DND juga diaplikasikan langsung pada motor, memperkuat karakter tenaga sekaligus menjaga konsistensi performa di lintasan. Hasilnya, Ninja 155 cc ini tampil lebih responsif saat start, agresif di tengah lintasan, namun tetap stabil hingga menyentuh garis finis.

Team Sekar Anom.

Event rookie kali ini juga telah mengadopsi regulasi BBM 2026 dan tanpa sistem bobot tambahan. Artinya, seluruh tim benar-benar bertumpu pada kualitas racikan mesin, akurasi setting, serta kepiawaian rider dalam mengontrol performa motor. Dalam konteks tersebut, kemenangan Sekar Anom menjadi bukti nyata efektivitas kolaborasi dan ketepatan strategi teknis.

Prestasi ini bukan sekadar podium, melainkan pernyataan bahwa tim asal Madura tersebut siap bersaing lebih jauh di musim 2026. Dengan sinergi antara mekanik, rider, dan dukungan teknis dari DND, Sekar Anom membuktikan bahwa kerja detail dan komunikasi yang solid mampu menghasilkan performa maksimal di lintasan.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *