RacingIndonesia.com- 11 Mei 2026. Persaingan panas tersaji pada gelaran ASPIRA PREMIO DRAG SERIES SLAWI DRAG CHAMPIONSHIP 2026 yang berlangsung 10 Mei 2026 di Sirkuit N.P Alun Alun Hanggawana Slawi. Dari sekian banyak kelas yang dipertandingkan, kelas Sport 2T TU 155 cc Open menjadi salah satu yang paling menyita perhatian pecinta drag bike nasional.
Sorotan utama tertuju pada penampilan luar biasa Octo Zalfa bersama HG Auto Plavon Pamand Speed. Pembalap asal Kebumen tersebut sukses tampil dominan sekaligus memastikan diri keluar sebagai juara setelah mencatatkan waktu fantastis 06.742 detik.
Catatan waktu tersebut bukan hanya mengantarkan Octo Zalfa menjadi yang tercepat di kelas Sport 2T TU 155 cc Open, namun juga menjadikannya sebagai satu-satunya pembalap yang mampu menembus angka 6,7 detik sepanjang berlangsungnya event ASPIRA PREMIO DRAG SERIES Slawi 2026.

Hasil Sport 2T Tu 155 cc Open.
Atmosfer lintasan yang kompetitif tak menghalangi performa motor racikan HG Auto Plavon Pamand Speed tampil maksimal. Motor terlihat begitu agresif sejak start hingga garis finish, terutama pada karakter putaran atas yang menjadi keunggulan utama pada balapan kali ini.
Keberhasilan tersebut rupanya tidak hadir begitu saja. Tim melakukan berbagai pengembangan teknis dan riset mendalam, khususnya pada sektor pengapian mesin. Hasilnya pun langsung terbukti di lintasan dengan peningkatan performa yang signifikan.
“Alhamdulillah mas, motor jauh lebih baik dari sebelumnya, dimana kita melakukan riset terhadap pengapian. Dan hasilnya terbukti motor jauh lebih jalan di putaran atas,” ungkap Octo Zalfa usai perlombaan.
Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bahwa HG Auto Plavon Pamand Speed kini layak diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan baru di kelas Sport 2T TU 155 cc Open musim 2026. Dengan kombinasi performa motor yang terus berkembang, kerja tim yang solid, serta kemampuan pembalap yang semakin matang, peluang mereka untuk kembali mencetak hasil besar di seri-seri berikutnya tentu semakin terbuka lebar.
Tak hanya sekadar kemenangan, torehan 06.742 detik milik Octo Zalfa juga menjadi pembuktian bahwa riset, konsistensi, dan keberanian melakukan pengembangan teknis tetap menjadi kunci utama untuk bersaing di level tertinggi drag bike nasional.





