RacingIndonesia.com- 26 April 2026. Gemuruh mesin dua tak memecah udara pagi di Sirkuit NP Brigif Cimahi, Sabtu, 25 April 2026. Dalam balutan atmosfer kompetitif yang kental, ajang One Day Drag Bike Sumber Production 2026 menghadirkan pertarungan sengit para penggiat kecepatan lintasan pendek. Namun di antara deretan nama besar, satu tim tampil menonjol dengan performa yang nyaris tanpa cela Scuderia Kera Sakti 43 x Maura Motor.
Kelas Sport 2T TU 155 cc Open menjadi panggung utama unjuk gigi teknologi dan nyali. Di sinilah motor Ninja TU 155 cc milik Fingki Maulana dan Azis Ridwan membuktikan dominasinya.
Di atas lintasan, Nanda Kancil menampilkan performa presisi tinggi start yang bersih, perpindahan tenaga yang halus, dan akselerasi tanpa jeda. Dalam hitungan detik yang terasa nyaris sekejap, ia melesat dan mengunci kemenangan dengan catatan waktu 06,758 detik. Lebih dari sekadar cepat, torehan ini memiliki makna tersendiri, satu-satunya catatan waktu yang berhasil menembus batas psikologis 7 detik di kelas tersebut.
Di balik performa impresif itu, berdiri sosok mekanik yang bekerja dalam senyap namun menentukan, Mas Kemed. Racikan mesinnya menghadirkan keseimbangan antara tenaga eksplosif dan kontrol yang stabil dua elemen krusial dalam balap drag.
Setiap komponen disetel dengan presisi, memastikan tenaga tersalur maksimal sejak garis start hingga menyentuh garis finis. Hasilnya adalah akselerasi yang terasa utuh, tanpa kehilangan momentum.
Persaingan tetap berjalan ketat. Riki Butong, sebagai pesaing terdekat, mencatatkan waktu 07,011 detik, sebuah capaian yang dalam kondisi lain bisa saja cukup untuk merebut podium tertinggi.

Hasil Final Sport 2T Tu 155 cc Tu Open.
Namun di hari itu, dominasi Nanda Kancil sulit digoyahkan. Selisih waktu yang tercipta menjadi bukti bahwa dalam dunia drag race, keunggulan sekecil apa pun bisa menjadi penentu segalanya.
Kemenangan ini bukan hanya soal trofi, melainkan tentang standar baru. Scuderia Kera Sakti 43 x Maura Motor berhasil menunjukkan bahwa batas performa masih bisa didorong lebih jauh.
Di lintasan sejauh 201 meter itu, mereka tidak sekadar menjadi yang tercepat, mereka menetapkan tolok ukur baru bagi para kompetitor.
Musim 2026 baru saja dimulai, namun satu hal telah jelas, nama Scuderia Kera Sakti 43 x Maura Motor kini bukan sekadar peserta, melainkan kekuatan yang patut diperhitungkan dalam peta persaingan drag bike nasional.





