RACING INDONESIA – 10 Maret 2026 — Debut internasional yang tak terlupakan. Drifter muda Indonesia Syafaira Nayla Putri Permana langsung mencuri perhatian dengan meraih podium kedua kelas New Gen pada putaran pembuka Johor Drift Master Round 1, Minggu (8/3).
Di usia yang baru 16 tahun, Syafaira tampil tanpa rasa gentar menghadapi lintasan teknis Johor dan rival-rival muda dari berbagai negara. Dengan kontrol throttle yang presisi, sudut drift agresif, serta transisi yang bersih di setiap clipping point, pembalap yang dikenal dengan nama panggung “Fafaya” menunjukkan kedewasaan balap yang jauh melampaui usianya.
Lintasan Johor yang menuntut kombinasi presisi dan konsistensi menjadi panggung pembuktian bagi talenta muda Indonesia ini. Setiap tikungan dilibas dengan sudut drift stabil, memperlihatkan kemampuan membaca lintasan sekaligus menjaga momentum mobil.
Senjata utama Syafaira di kompetisi ini adalah BMW F22 yang telah dipersiapkan secara khusus oleh tim mekanik di bawah arahan Gatot Hirawilasa. Mobil tersebut dipersenjatai mesin legendaris 2JZ, konfigurasi yang dikenal luas di dunia drifting karena karakter tenaga yang kuat dan respons throttle yang cepat.
Perpaduan tenaga mesin dan setup chassis yang presisi memberi Syafaira kepercayaan diri untuk mengeksekusi drift dengan sudut agresif tanpa kehilangan stabilitas.
Persaingan di kelas New Gen berlangsung ketat. Para drifter muda dari Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, Selandia Baru, hingga Hong Kong hadir membawa gaya dan pendekatan masing-masing di lintasan. Namun konsistensi menjadi kunci bagi Syafaira.

Syafaira Permana Podium Kedua di Johor Drift Malaysia
Run demi run dijalani dengan disiplin, menjaga garis drift tetap bersih dan sudut tetap maksimal hingga zona penilaian terakhir. Akumulasi poin akhirnya menempatkan pembalap Indonesia ini di posisi kedua klasemen akhir kelas New Gen.
Kesuksesan ini tak lepas dari peran tim di belakang layar. Umbu Gillberth, mentor yang selama ini membimbing Syafaira, memberikan fondasi teknik drifting serta pendekatan strategis saat menghadapi kompetisi. Sementara Ryan Plangiten, yang bertugas sebagai spotter, membantu membaca kondisi lintasan dan memberikan arahan saat sesi kompetisi berlangsung.
Bagi Syafaira, podium ini bukan sekadar hasil lomba — tetapi juga pembuktian bahwa pembalap muda Indonesia mampu bersaing di panggung drifting internasional.
Prestasi ini sekaligus menjadi sinyal penting bagi perkembangan drifting Tanah Air, terutama bagi pembalap perempuan yang mulai menunjukkan eksistensinya di olahraga otomotif yang selama ini didominasi oleh pembalap pria.
Didukung sponsor Eco-Power Nusantara, SSM Motorsport, dan URT, Syafaira kini mengalihkan fokus ke putaran berikutnya. Targetnya jelas: menjaga konsistensi performa dan terus menekan ke papan atas klasemen.
Jika momentum ini terus terjaga, bukan tidak mungkin nama Syafaira Nayla Putri Permana — “Fafaya” — akan segera menjadi salah satu talenta muda yang diperhitungkan di arena drifting internasional.
Dan bagi dunia drifting Indonesia, podium di Johor ini mungkin hanya awal dari cerita yang jauh lebih besar. 🏁🇮🇩





