RacingIndonesia.com- 10 Maret 2026. Gelaran Golden Racing Championship 2026 yang berlangsung pada 7–8 Maret 2026 di Meikarta Speedway tidak hanya menyajikan persaingan sengit di lintasan, namun juga menyisakan polemik antara tim balap DND Engine dengan pihak penyelenggara.
Perselisihan tersebut mencuat setelah salah satu pembalap DND Engine, Vano Mahendra, yang sebelumnya berhasil finis di posisi pertama, dinyatakan didiskualifikasi oleh panitia. Keputusan ini memicu keberatan dari pihak tim karena bahan bakar yang digunakan seluruh peserta diketahui berasal dari panitia penyelenggara.
Menanggapi polemik yang berkembang di kalangan komunitas balap dan media sosial terutama youtube Official DND Garage, pada Senin (9/3/2026) Andreas Wiratma selaku Event Organizer memberikan klarifikasi resmi sekaligus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada pihak yang bersangkutan.
Dalam penjelasannya, Andreas mengungkapkan bahwa sebelum balapan dimulai seluruh tim yang turun di kelas Ninja Frame Standar 155 Open telah dipanggil untuk melakukan pengecekan bahan bakar Pertamax Turbo yang disediakan oleh panitia.
Dari hasil pengecekan awal tersebut, seluruh tim menyepakati bahwa bahan bakar yang digunakan memiliki standar RON 94. Kesepakatan itu kemudian menjadi acuan dalam pemeriksaan ulang bahan bakar setiap motor setelah menyelesaikan balapan.
“Semua tim sudah dipanggil sebelum start untuk mengecek RON bahan bakar yang disediakan panitia. Saat itu disepakati bersama bahwa bahan bakar berada di angka RON 94. Setelah race berlangsung, setiap motor yang selesai balapan kembali dilakukan pengecekan,” jelas Andreas.
Masalah kemudian muncul ketika motor yang ditunggangi Vano Mahendra menjalani pemeriksaan pasca-balapan. Hasil pengujian menunjukkan angka RON 97, atau selisih tiga poin dari kesepakatan yang telah ditentukan sebelumnya.
Sementara itu, pembalap DND Engine lainnya, Taufik Maulana, yang juga berlaga di kelas tersebut, tercatat memiliki hasil pengecekan RON 94 sesuai dengan regulasi. Karena itu, hasil balapannya tetap dinyatakan sah dan ia masih tercatat sebagai peraih posisi kedua.
Andreas menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi menjaga prinsip sportivitas antar tim yang berpartisipasi dalam kelas tersebut. Ia juga meminta masyarakat dan warganet untuk tidak langsung memberikan penilaian tanpa mengetahui kondisi yang terjadi di lapangan.
Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak penyelenggara juga berencana merilis video klarifikasi untuk menjelaskan kronologi secara lebih rinci kepada publik.
Polemik yang terjadi diharapkan dapat segera diselesaikan secara bijak oleh kedua belah pihak. Dengan komunikasi terbuka dan sikap saling memahami, diharapkan dunia balap nasional tetap menjunjung tinggi sportivitas serta profesionalisme dalam setiap penyelenggaraan event ke depan.





