RacingIndonesia.com- 17 Februari 2026. Dunia drag bike nasional kembali diramaikan dengan keseriusan tim dan mekanik dalam menghadapi perubahan regulasi musim balap 2026. Salah satu yang tengah menjadi sorotan adalah project riset yang dilakukan oleh RHD188 Racingcarburator KM52 SRP Bangbeno21 Sumber Tani, yang saat ini fokus mengembangkan performa motor Bebek 4 Tak TU 130 cc.
Motor garapan duet mekanik Mas Kribo dan Mas Sugeng RC KM52 tersebut diketahui tengah memasuki tahap riset intensif, khususnya dalam proses setting dan penyesuaian karakter mesin menggunakan bahan bakar Pertamax Turbo. Penggunaan BBM beroktan tinggi ini menjadi perhatian utama, mengingat Pertamax Turbo telah ditetapkan sebagai bahan bakar wajib dalam regulasi drag bike nasional tahun 2026.
Proses riset ini bukan sekadar penyesuaian biasa, melainkan bagian dari upaya serius untuk mengoptimalkan performa mesin agar tetap kompetitif di tengah perubahan regulasi. Setting karburator, kompresi mesin, hingga karakter pembakaran menjadi fokus utama agar mampu menghasilkan tenaga maksimal sekaligus menjaga kestabilan performa.
“Project ini masih terus berjalan mas, walaupun kelasnya di Jawa Barat sendiri jarang bahkan hampir tidak ada di setiap event berlangsung. Untuk progres mesin sejauh ini hampir mendekati time yang ditargetkan, terlebih masih banyak part yang belum dicoba dan dimaksimalkan,” jelas Sugeng, salah satu mekanik yang terlibat langsung dalam pengembangan project tersebut.
Meski kelas Bebek 4 Tak TU 130 cc belum terlalu populer di wilayah Jawa Barat, hal tersebut tidak menyurutkan semangat tim untuk terus melakukan riset. Justru kondisi ini dimanfaatkan sebagai momentum untuk mempersiapkan motor secara matang sebelum kelas ini kembali ramai dipertandingkan atau tampil di event nasional lainnya.
Komitmen RHD188 Racingcarburator KM52 SRP Bangbeno21 Sumber Tani dalam melakukan riset mendalam menunjukkan bahwa persaingan drag bike tidak hanya soal siapa yang tercepat di lintasan, tetapi juga tentang kesiapan teknis, inovasi, serta kemampuan adaptasi terhadap regulasi baru.
Dengan progres yang disebut sudah mendekati target time, project Bebek 4 Tak TU 130 cc ini berpotensi menjadi salah satu kuda hitam ketika nantinya turun penuh di lintasan resmi. Jika pengembangan terus berjalan sesuai rencana dan seluruh komponen berhasil dimaksimalkan, bukan tidak mungkin motor ini akan menjadi salah satu ancaman serius di kelasnya pada musim balap mendatang.





