RacingIndonesia.com- 11 Febuari 2026. Dunia drag bike regional Cirebon dan Indramayu kembali menunjukkan geliat positif melalui gelaran Kubu Mawar Reda Junior LGM Y2Y Dry Speed Management. Kegiatan setting bareng ini berlangsung 9 Febuari 2026 di Sirkuit NP Waduk Bojongsari, Indramayu, Jawa Barat, dan berhasil menyedot antusiasme ratusan pecinta balap lurus.
Sebanyak kurang lebih 200 peserta hadir dan ambil bagian dalam kegiatan yang dirancang menyerupai atmosfer balap resmi. Meski informasi kegiatan hanya disebarkan secara terbatas melalui grup WhatsApp, animo yang ditunjukkan para pembalap dan tim membuktikan besarnya kebutuhan akan wadah latihan yang aman, terarah, dan profesional.
Dry Speed Management ini menghadirkan fasilitas yang mendukung peningkatan kemampuan pembalap, mulai dari lampu start layaknya event resmi hingga lintasan sirkuit yang memadai. Konsep tersebut memberikan kesempatan bagi pembalap untuk mengasah refleks, konsentrasi, serta pemahaman teknis sebelum turun di kejuaraan sesungguhnya.
Salah satu panitia, Iyand Aldistya, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menambah jam terbang pembalap sekaligus menjadi solusi positif untuk menekan praktik balap liar.
“Kami membuat kegiatan ini agar pembalap dan tim bisa berlatih dalam situasi seperti event. Alhamdulillah, dengan biaya pendaftaran yang terjangkau, peserta yang hadir mencapai sekitar 200 orang. Responsnya sangat positif,” ungkap Iyand.

Pembagian Piala Di Acara Latber Kubu Mawar Reda junior LGM y2y
Dry speed management.
Ia menambahkan, selain meningkatkan kemampuan membaca lampu start dan konsistensi performa kegiatan ini diharapkan mampu menjadi alternatif aman bagi para pecinta kecepatan.
“Ke depan, tidak menutup kemungkinan kegiatan seperti ini akan kami gelar secara rutin. Selain mengasah skill pembalap, kegiatan ini juga bisa menekan angka balap liar yang berpotensi membahayakan dan merugikan banyak pihak,” tambahnya.
Melalui Kubu Mawar Reda Junior LGM Y2Y Dry Speed Management, komunitas drag bike kembali menunjukkan bahwa dunia balap dapat berkembang secara sehat, edukatif, dan berkontribusi positif bagi keselamatan serta pembinaan atlet di level regional.





